Published On: Tue, May 14th, 2013

800 Martir Dikanosisasi Paus Fransiskus

Paus Fransiskus bersalaman dengan Presiden Kolumbia, Juan Manuel Santos, usai Misa Kanonisasi.(foto:CNS)

Paus Fransiskus bersalaman dengan Presiden Kolumbia, Juan Manuel Santos, usai Misa Kanonisasi.(foto:CNS)

Cahaya Hidup/Vatikan–Paus Fransiskus mengkanonisasikan lebih dari 800 martir di abad ke-15 yang dibunuh setelah menolak meninggalkan iman Katolik mereka.

Para “martir Otranto”, yang sebagian besar identitas mereka tidak diketahui, tewas di sebuah bukit di luar tenggara salah satu kota di Italia oleh pasukan Ottoman dari Turki tahun 1480.

Bersama dua biarawati Amerika Latin, mereka menjadi orang-orang kudus pertama yang diumumkan Paus Fransiskus pada hari Minggu, dalam sebuah upacara yang disaksikan oleh puluhan ribu orang di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.

“Kalau kita ingin menghormati para martir Otranto, marilah kita berdoa kepada Tuhan bagi orang-orang Kristen, hari ini dan di banyak bagian dunia, mereka masih menderita akibat kekerasan, dan memberi mereka keberanian untuk menjadi saleh dan untuk membalas kejahatan dengan kebaikan,” kata Paus dalam homilinya.

Dalam pidato kepada para diplomat di Vatikan setelah terpilih sebagai Paus, ia menegaskan niatnya untuk mengatasi ketegangan dan berbicara tentang perlunya dialog lintas agama yang lebih erat, terutama dengan Muslim.

Dia ditolak oleh kaum konservatif setelah memasukkan seorang wanita Muslim dalam ritual basuh kaki pada Kamis Putih.

Ketika ia berbicara tentang orang-orang kudus baru pada hari Minggu, Paus fokus pada komitmen para martir Otranto terhadap iman mereka.

Mereka dieksekusi karena mereka menolak pindah agama. Mereka diyakini adalah semua laki-laki berusia di atas 15 tahun. Mereka dikelompokkan bersama sebagai “sahabat” dari Antonio Primaldo, diperkirakan telah menjadi orang pertama yang tewas, setelah kota itu jatuh ke pasukan Ottoman menyusul pengepungan 15 hari. Mereka diberi pilihan untuk meninggalkan iman mereka atau eksekusi.

Menurut Paus Yohanes Paulus II, yang mengunjungi Otranto tahun 1980 untuk peringatan 500 tahun pembantaian, Primaldo menyatakan: “Kami percaya kepada Yesus Kristus, Anak Allah,  kami siap untuk mati.”

Tanggal kanonisasi ini ditetapkan oleh Paus Benediktus pada pertemuan yang sama dengan para kardinal pada Februari di mana ia mengumumkan pengunduran dirinya, dan keinginan tersebut  diserahkan kepada penggantinya Paus Fransiskus untuk meneruskannya.(ucan/ivan)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>